Baca Juga
Isi/ganti dengan Iklan Anda
Isi/ganti dengan Iklan Anda
SANDIWARA CORONA
Cirebon 28 Mei 2021 13:50 WIB
Akhirnya ada yang berani bicara kebenaran, di kirimkan oleh - dr.Yusrita
Tulisan ini dari komunitas IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Tulisannya ilmiah
JANGAN TERMAKAN PEMBODOHAN BERPIKIRLAH DENGAN AKAL SEHAT AGAR SELALU SEHAT PULA SELURUH TUBUHNYA
Terus
terang kami paham sebenarnya apa yang terjadi, hakekatnya udara didunia
ini bersih dan sehat, tidak ada pandemi, tidak ada covid dan tidak ada
virus yang berterbangan yang mematikan, semua itu adalah bentuk
pengelabuan dan pembodohan global !
Contoh
negeri Swedia, Korea Utara, Chechnya, Tajikistan dan sebagian
negeri-negeri Islam ex jajahan Soviet adalah negeri yang aman sehat
semua rakyatnya tidak ada satupun yang diklaim terkena covid.
Kok bisa?
Karena
negara-negara tersebut tegas menolak keras himbauan dari WHO, karena
bagi negara tersebut ini adalah 'isu pandemi' bukan 'wabah pandemi',
dengan tujuan mematikan perekonomian dan sosial masyarakat suatu negara.
Secara
LOGIKA saja, pertama bila covid ini disebut pandemi (wabah virus yang
mematikan), tentunya dan seharusnya orang-orang disekitar kita sudah
banyak yang mati bergelimpangan pula dan berjatuhan di jalan-jalan, di
pasar-pasar, dirumah-rumah mereka sendiri pada berjatuhan mati seperti
yang kita lihat yang terjadi di Wuhan China sana, tidak harus mati di
rumah sakit, karena katanya pandemi?
Masih
percayakah yang mati berjatuhan di jalan-jalan di Wuhan China itu
adalah karena covid? Ternyata China RRC telah berhasil membuat
pembodohan kepada seluruh dunia.
Logika
kedua, bisa dipikir dengan akal sehat saja kasus-kasus yang terjadi
mengapa orang-orang yang diklaim 'positif' lalu karantina di rumah
sendiri (mandiri) 99% tidak pernah ada satupun korban yang meninggal,
betul?
Tapi
yang di karantina di rumah sakit pasti banyak dari teman-teman kita dan
saudara kita yang kita cintai meninggal mereka hanya menjadi korban
kematian justeru saat di rumah sakit.
Mengapa kasus korban kematian covid tidak ada satupun yang di rumah tapi justeru kematian itu di rumah sakit?
Seseorang
yang diklaim 'positif' corona di rumah aman-aman saja dan sembuh
sendiri tapi celakanya yang diklaim 'positif' yang berada di rumah sakit
resikonya antara hidup dan mati, karena banyak pasien yang akhirnya
pulang 'tinggal nama' di rumah sakit.
Berarti
ada apa sebenarnya di balik rumah sakit saat ini, kenapa berbahaya dan
justeru membawa kematian setiap pasien, ada yang bisa jawab?
Karena
di rumah sakit orang-orang yang bisa berhasil pulang dan sehat kembali
di sana adalah yang diberi vitamin-vitamin saja itu tidak berbahaya. Dan
penyebab kematian di rumah sakit modusnya yang terbanyak karena pasien
yang di suntik vaksin, yang akhirnya menyebabkan gejala kepala pusing,
badan panas mendadak dan menyebabkan sesak nafas dan akhirnya meninggal,
itu jawabannya paham kan?
Bila
virus corona itu katanya pandemi? Atau wabah mematikan, harusnya secara
akal sehat yang namanya disebut pandemi, kematian para korban bukan dan
tidak harus di rumah sakit saja, tapi juga di rumah-rumah mereka
sendiri, itu baru namanya benar disebut 'pandemi'.
Maka
ada himbauan dari IDI sendiri (Ikatan Dokter Indonesia) bila masyarakat
atau anggota keluarga yang merasa sakit untuk saat ini jangan
bermudah-mudah datang ke rumah sakit, cukup periksakan di poliklinik
atau puskesmas terdekat atau dokter pribadi itu lebih aman dalam rangka
menghindari kasus-kasus kematian dirumah sakit.
Virus
corona hakekatnya memang itu ADA dan akan selalu ada, bahkan tidak akan
hilang akan selalu menyertai kehidupan imun kita, mengapa? Karena virus
corona itu nama virus biasa, virus tersebut virus lama yang sudah ada
sejak nenek moyang kita dulu, jika imun kita drop maka tubuh lemah.
Karena
nama virus corona adalah nama lain nama latin dari nama virus flu atau
virus influenza biasa. Jika kita sakit batuk pilek, demam, panas, flu
dan sesak itulah yang namanya kena virus corona atau kata lain virus
influenza.
Virus
corona adalah virus flu biasa virus jinak tidak mematikan, ini adalah
keterangan dan penjelasan dari para dokter yang yang tergabung dalam IDI
(Ikatan Dokter Indonesia) resmi yaitu para IDI garis lurus, bukan
dokter-dokter yang termakan 'proyek covid' dari WHO, dimana
dokter-dokter ini harus menyebarkan opini sesat dari WHO.
Tidak benar kasus para korban kematian di rumah sakit itu diakibatkan kematian karena virus corona, itu TIDAK BENAR alias PEMBODOHAN.
Kami dari IDI lebih paham tentang diagnosa medis, maka cukup akhiri SANDIWARA hari ini..!
Istilah OTG (orang tanpa gejala) adalah istilah baru sekarang muncul. Ini ibarat istilah yang diada-adakan atau 'ibaratmya 'bid'ah'.
Istilah OTG dimunculkan dalam rangka untuk menguatkan kampanye propaganda isu pandemi ini.
Istilah OTG (orang tanpa gejala) itu sendiri menyalahi konsep dasar ilmu kedokteran katanya IDI. Karena..
Pertama,
seseorang yang aslinya sehat mudah sekali akan diklaim sakit dan
dipaksa harus sakit dan harus diopname padahal tidak ada indikasi
dirinya sakit.
Kedua, yang
namanya seseorang bisa disebut sakit atau berpenyakit itu HARUS
disertai dengan GEJALA, harus adanya indikasi atau GEJALA dan yang
paling bisa merasakan gejala (enak atau tidak enak badannya) tersebut
adalah dirinya sendiri.
Jika tidak ada gejala tapi sakit-sakitan itu namanya sakit non medis bukan penyakit medis.
Ditambah
saat Ini WHO menginformsikan Hoax bahwa adanya virus corona 'versi
baru' dari Inggris yang jauh lebih mematikan. Lebih-lebih pemerintah
ikut termakan propaganda ini bahwa pandemi covid ini akan berlangsung
lama bahkan sampai 5 tahun kedepan? Masa wabah atau 'tho'un sampai bertahun-tahun?
Kalau seperti itu informasinya maka kita semakin bertambah YAKIN bahwa Pandemi Covid-19 selama ini yang digembar gemborkan memang benar-benar isu bukan real wabah atau pandemi !
Apakah
masyarakat dunia tidak paham sebenarnya siapa para petinggi yang
mengontrol dibalik WHO sekarang? Salah satu komisaris tertingginya WHO
adalah anaknya Xi Jinping (presiden China).
WHO
sudah tidak independen lagi tidak dikuasai penuh oleh PBB tapi dikuasai
oleh EG (Elite Global) yaitu gerakan dunia baru yang konsorsiumnya
utamanya adalah China komunis dan zionis Yahudi (Israel).
AS, Eropa dan Jepang saja kewalahan tidak bisa melawan kekuatan EG tersebut.
'Pandemi
Covid-19' adalah suatu 'program' menghancurkan pasar global ekonomi
seluruh dunia dampaknya sampai kepada kehidupan sosial ekonomi.
Rakyat kita yang sudah jatuh tambah jatuh karena termakan dan tersugesti tidak benar dalam memahami covid.
Sugesti sesat terhadap pandemi telah ditanamkan begitu kuatnya hingga mengalahkan akal sehat dan logika manusia itu sendiri.
Memang EG berhasil telah ciptakan ketakutan manusia secara global di seluruh dunia tentang adanya isu pandemi covid-19.
Ini adalah KEBERHASILAN
luar biasa bagi konspirasi EG yang telah menguasai WHO dalam melakukan
propaganda dengan isu pandemi (wabah) yang berhasil mengelabui seluruh
manusia dan mengacaukan dunia, inilah perang melalui teknologi medis.
Mari kita ikuti langkah-langkah himbauan dari komunitas IDI sendiri saja yaitu :
- Silahkan pakai masker atau tidak, tapi lebih baik pakai saat berkendaraan atau tempat yang padat karena untuk menghindari berbagai debu, kuman-kuman dan virus apapun.
- Jangan pakai masker saat berpidato, berbicara lama karena itu bentuk salah kaprah dan prilaku bodoh karena justeru sangat tidak sehat, saat berbicara itu pasti mengeluarkan volume CO2 (racun karbondioksida) lebih besar daripada volume saat kita bernafas biasa menghirup O2 udara. Apa jadinya bila ditutup rapat maka racun-racun itu akan tertelan terhirup kembali kedalam tubuh dan akan menjadi toxin (racun dalam tubuh).
- Tetap jaga kesehatan terhadap virus, bakteri atau wabah penyakit apapun seperti tetap waspada terhadap penyakit umum masyarakat seperti DB (demam berdarah), types, asam lambung dan hipertensi yang sewaktu-waktu menyerang kita bukan karena untuk isu covid19 saja.
- Jangan terlalu berlebih-lebihan dalam membatasi masyarakat dalam mensikapi kasus isu pandemi Covid19 ini jika masyarakat dirugikan lebih besar yang ditimbulakan daripada covid itu sendiri yaitu dihancurkan kehidupan ekonominya karena dibatasi untuk bepergian, berusaha bisnis, bekerja bersekolah dll..
- Buka kembali seluruh sekolah-sekolah dan kampus-kampus untuk anak-anak kita supaya mereka aktifitas kembali menghirup udara segar saling bertemu dengan kawan-kawannya ciptakan rasa bahagia karena itu akan menumbuhkan imun (anti bodi) lebih besar buat tubuh bukan anak-anak dan masyarakat dikurung di lockdown tidak boleh kemana-mana.
Jangan membuat pemahaman salah kaprah di masyarakat dan jangan menakut-nakuti masyarakat dengan isu pandemi ini.
Buka
kembali sekolah dan kampus. Jangan jadikan generasi kita bodoh dan
terus ikut dibodohi terus menerus (ciptakan new normal buang hoax
pandemi).
Kepada seluruh ulama dan tokoh agama hendaknya supaya mengumumkan ke umatnya atau ke masyarakat dengan pemahaman yang benar.
Jangan
disugestikan yang salah, jangan ikut-ikutan termakan isu dan fitnah
dari konspirasi yahudi dan china yang semakin merugikan umat dan
masyarakat.
Sugestikan bahwa ini bukanlah Tho'un atau 'wabah' tapi adalah suatu 'fitnah' penipuan global, agar kita merubah doa-doanya yang SALAH selama ini, bukan dengan berdoa..
"Ya Allah angkatlah wabah Pandemi virus corona dari muka bumi ini.."
Tapi yang BENAR doanya adalah..
"Ya Allah angkatlah FITNAH dan ISU-ISU Pandemi ini dari muka bumi ini.."
Amiin ya mujibas sailin..
(IDI, ITMI, MUI, IBI, IT, TNI dll..)
Isi/ganti dengan Iklan Anda

Komentar
Posting Komentar